STMIK Indonesia Utus Mahasiswanya Mengikuti Program Collaborative Learning Bersama Kanagawa Institute of Technology asal Jepang

RANTIANG.COM- Kesempatan, ilmu, pengalaman, mungkin itu adalah beberapa kata yang mungkin menggambarkan peserta Program Collaborative Learning di Universitas Internasional Batam, Rama Khadri Rianol. Mahasiswa angkatan 2016 yang akrab disapa Madan tersebut mengikuti Program Collaborative Learning pada Februari hingga Maret 2019.

Program Collaborative Learning yang diselenggarakan di Universitas Internasional Batam (UIB) tersebut diikuti oleh Kampus STMIK Indonesia Padang serta Kanagawa Institute of Technology asal Jepang yang juga mengirimkan sembilan orang mahasiswanya.

Program Collaborative Learning ini merupakan kali ketiga yang diselenggarakan UIB dengan KAIT. Tujuannya adalah berbagi ilmu pengetahuan, budaya, dan melakukan kolaborasi. Termasuk dalam pertukaran informasi dan materi akademis.

Bicara mengenai Program Collaborative Learning atau dalam bahasa Indonesia adalah pembelajaran kolaborasi, Collaborative Learning atau pembelajaran kolaborasi adalah situasi dimana dua atau lebih orang belajar atau berusaha untuk belajar sesuatu secara bersama-sama. Pembelajaran kolaborasi memanfaatkan sumber daya dan keterampilan satu sama lain.

Sepulangnya dari Batam, Rama membagikan ilmu dan pengalamannya kepada masyarakat Kampus STMIK Indonesia Padang hari ini, Rabu (20/03/2019) yang bertempat di Aula Kampus STMIK Indonesia Padang. Acara tersebut dihadiri oleh WK III Bidang Kemahasiswaan, civitas kampus dan akademika, serta mahasiswa/i STMIK Indonesia Padang.

Dalam wawancara nya dengan wartawan rantiang.com ia menyampaikan bahwa saat ia dipilih mengikuti program ini, ia mendapatkan kepercayaan dari kampus. Selain itu ia senang serta diiringi rasa grogi karena ini merupakan kali pertamanya mendapatkan kesempatan belajar ke luar kota. Disisi lain orang tua nya juga mendukungnya untuk memberikan hal terbaik.

Ia juga menuturkan bahwa progam ini memberikan banyak ilmu dan pengalaman baginya. Diantaranya adalah mengetahui hal-hal baru, mengenal orang-orang baru, mendapatkan banyak wawasan termasuk budaya masyarakat Batam dan Jepang, pola pikir yang terstruktur, memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, serta penggalian informasi secara menyeluruh tentang suatu permasalahan.

Dalam wawancara tersebut ia juga menambahkan bahwa perbandingan signifikan antara kita dan mahasiswa/i Universitas Internasional Batam (UIB) adalah jiwa kompetensi. Universitas Internasional Batam Memiliki jiwa kompetensi yang sangat tinggi .

“Yang paling signifikan perbandingan kita dengan UIB adalah jiwa kompetensi kita. Jadi Madan berpesan untuk mahasiswa/i STMIK Indonesia untuk memaksimalkan jiwa kompetensi kita sebagai mahasiswa. Apakah itu dalam menuntut ilmu, mendapatkan pengalaman, ataupun dalam pengembangan wawasan yang sudah kita punya” pesan Rama Khadri Rianol pada wawancara tadi sore.

 

Liputan: Dara Melica & Kelvin Mulyawan

Dara Melica

I'm a girl. I have a billion dreams.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *