Sia-sia dan Bodoh Sang Prioritas

RANTIANG.COM– Tak pernah malu dengan semua yang terjadi begitupun dengan rasa malu, kesal, bahagia ataupun sombong. Hal-hal yang sia-sia dan bodoh yang sering terjadi namun membahagiakan. Mengumpat dosen dengan tugas yang menumpuk, kesal dengan pemerintah yang tak bijaksana. Saat ini ku sedang membaca buku ‘Sebuah Seni untuk Bersikap Bodoh Amat’ ku ditemani secangkir susu hangat sambil memutar lagu.

Aku ingin jadi Web Developer tapi nyatanya aktifitas ku jauh dari itu. Sering ku mengatur waktu untuk belajar tapi ku malah tergoda dengan drakor, game, dan hobi lain. Seketika muncul dibenak pertanyaan-pertanyaan tentang hidup. Tapi bagi aku diumur 21 ini aku sangat berterima kasih kepada diriku sudah mampu berjuang menghadapi masalah-masalah yang tumpang tindih, mengajarkanku cara menyelesaikan, cara mengatasi, dan caraku untuk menangisinya dengan benar.


Hei, kau. Iya kau..


Terima kasih kau membuatku seperti ini, yang sangat menyia-nyiakan waktu yang terkesan bodoh amat tapi memprioritaskan. Sesekali sadar dan terarah tapi masih tersesat dalam terowongan tanpa lampu. Aku berpikir, tanpa ada masalah maka proses dewasa ku tak akan terproses dengan benar. Kau membentuk diriku dengan pengalaman perih, masalah rumit, menginjakku hingga titik paling rendah dalam hidup, sampai aku sadar bahwa orang tua ku sangat hebat.

Sumber: https://anangpratama.wordpress.com/2014/03/08/seorang-anak-dibalik-jendela/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *