SEMINAR NASIONAL & LOKAKARYA PANDU DIGITAL

RANTIANG.COM- Sabtu (06/10/2018) STMIK Indonesia Padang menjadi tuan rumah penyelenggaraan SEMINAR NASIONAL & LOKAKARYA PANDU DIGITAL yang diselenggarakan oleh Gerakan Nasional Literasi Digital #Siberkreasi.

Acara ini terselenggara atas kerja sama KOMINFO, SIBER KREASI, STMIK Indonesia Padang, Relawan TIK, .idPANDI dan ICT watch.

Acara tersebut terbagi dalam dua sesi. Sesi pertama Topik Seminar yang bertemakan “Lakukan Literasi Digital, Pastikan Hoax Terpental”. Dan sesi kedua Topik Lokakarya dengan tema “Ajak & Dampingi UMKM Mulai Jualan Online”, “Yuk buat Konten Asyik dengan Cara Mudah”, “Lindungi Data Pribadi & Anak di ranah Online”.

Seminar ini merupakan suatu kegiatan peningkatan kapasitas bagi komunitas yang tersebar di seluruh Indonesia sebagai bagian dari Program Divisi Community Development Siberkreasi 2018. Bentuk kegiatannya sendiri berupa TOT atau Training Of Training.

Kegiatan ini di pandu oleh 9 orang pemateri yang ahli di bidangnya, diantaranya : Aris Kurniawan (KOMINFO), Ivana Maida (Siberkreasi), Fajar Eri Dianto (Relawan TIK), Liranti Rahmelina (STMIK Indonesia padang), Yonisman (Ketua harian RTIK Sumbar), Yusrian Yuzraf (Ketum RTIK Sumbar), Widuri (ICT watch), M.S. Miki (.idPandi), dan Menhefari (Internet Marketers Padang).

Dijumpai tadi siang Bapak Fajar Eri Dianto menjelaskan sedikit tentang apa itu Relawan TIK dikarenakan RTIK erat kaitannya dengan kegiatan ini. Relawan TIK itu adalah wadah pergerakan dari seluruh komunitas yang ada. Jadi komunitas ini merupakan penggerak dan penggiat teknologi yang bertekad sama mendampingi masyarakat Indonesia dalam memanfaatkan teknologi secara aman dan nyaman. Saat ini ada 30 Provinsi di Indonesia yang aktif bergerak mendampingi masyarakat di Provinsinya masing-masing.

Visi dan Misi RTIK : Menjaminkan masyarakat Indonesia bisa memanfaatkan teknologi yang ada, mengimbangi dengan infrastruktur Pemerintah yang dibuat sedemikian rupa guna untuk menghadapi banyak fitur-fitur internet di Indonesia sehingga masyarakat bisa memanfaatkan fitur itu semua untuk menciptakan ekonomi yang kreatif.

 

#BANGGAJADIRELAWANTIK #PANDUDIGITAL #SIBERKREASI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *