Ribuan Mahasiswa Kepung Kantor Gubernur Sumatera Barat

RANTIANG.COM- Ribuan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Sumatera Barat mengepung Kantor Gubernur Sumatera Barat yang berada di Jl. Jend. Sudirman No. 51 Padang, Selasa (24/9/2019). Aksi yang bertepatan dengan Hari Tani Indonesia itu dimulai sekitar pukul 14.00 WIB. Dengan menggunakan jaket almamater masing-masing kampus, mahasiswa memadati halaman Kantor Gubernur Sumbar. Mereka datang dari luar daerah seperti dari Bukittinggi, Padangpanjang, Payakumbuh, Batusangkar, Dharmasraya dan lainnya.

Jumlah mahasiswa yang melakukan unjuk rasa sampai tidak tertampung di halaman Kantor Gubernur. Sebagian mahasiswa memenuhi jalan protokol di Jl. Jend. Sudirman, Padang. Akibat jalan dipenuhi mahasiswa, polisi menutup Jl. Jend. Sudirman dan melakukan pengalihan jalur lalu lintas. Dalam orasinya, mahasiswa ingin pemerintah serius menangani persoalan-persoalan seperti kebakaran hutan dan lahan. Mahasiswa juga menuntut kesejahteraan petani. “Lahan dan hutan terbakar, kabut asap semakin parah, kami minta Gubernur Sumatera Barat melakukan langkah konkret,” kata Indra Kurniawan salah satu mahasiswa yang berorasi di depan Kantor Gubernur Sumatera Barat.

Sementara itu, Koordinator Pusat Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sumatera Barat Ismail Zainuddin mengatakan Aliansi BEM Sumatera Barat terdiri dari UNAND, UNP, STMIK Indonesia Padang serta lebih dari 20 perguruan tinggi di Sumatera Barat yang menyuarakan aspirasi mereka baik di Sumatera Barat dan di seluruh Indonesia mengatakan pihaknya mengkritisi RKUHP yang akan disahkan oleh DPR. Melalui aksi ini, mereka berharap aspirasi mahasiswa dapat disampaikan ke pusat melalui Gubernur Sumatera Barat.

Mahasiswa juga terus berteriak memanggil Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno supaya keluar mendatangi mereka. “Gubernur keluar! Ayo keluar,” teriak para mahasiswa. Hingga pukul 16.00 WIB, mahasiswa masih bertahan. Mereka sempat beristirahat dan menjalankan shalat Ashar. Setelah itu, mahasiswa kembali melanjutkan aksi demo.

Mahasiswa akhirnya berhasil menduduki kantor Gubernur Sumatera Barat hingga lantai tiga ruang kerja. Aksi ini ditutup dengan penurunan bendera merah putih oleh para mahasiswa.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *