REVOLUSI MENTAL: “Sudahkah Mentalmu Berevolusi?”

RANTIANG.COM- “Revolusi Mental adalah suatu gerakan untuk menggembleng manusia Indonesia agar menjadi manusia baru, yang berhati putih, berkemauan baja, bersemangat elang rajawali, berjiwa api yang menyala-nyala.” Dalam kehidupan sehari-hari, praktek revolusi mental adalah menjadi manusia yang berintegritas, mau bekerja keras, dan punya semangat gotong royong.” Gagasan tersebut pertama kali dicetus pada Hari Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1956, oleh Presiden Soekarno. Soekarno melihat revolusi nasional Indonesia saat itu sedang mandek, padahal tujuan revolusi untuk meraih kemerdekaan Indonesia yang seutuhnya belum tercapai.

Apabila diartikan per kata, Revolusi berasal dari bahasa latin “revolution” yang artinya “berputar arah” merupakan sebuah perubahan fundamental atau mendasar dalam sebuah struktur kekatan atau kelompok organisasi yang dapat terjadi dalam waktu yang relatif singkat.

Mental atau mentalitas merupakan suatu pola pikir atau kemampuan berfikir, belajar dan merespon terhadap suatu situasi atau kondisi tertentu. pola pikir tersebut terbentu dari tindakan dan pengalamannya sehari-hari.

Secara umum revolusi mental merupakan gerakan untuk menggembleng manusia Indonesia dalam mentalitas yang berkarakter orisinil bangsa yang meliputi cara berpikir, cara merasa, cara mempercayai yang semuanya ini menjelma dalam perilaku dan tindakan sehari-hari.

Untuk bangsa Indonesia sendiri tujuan dari revolusi mental ini adalah untuk membangun dan membangkitkan sikap optimis dan menatap masa depan bangsa demi terwujudnya Indonesia yang berdaulat secara politik, mandiri secara ekonomi dan berkepribadian kuat melalui pembentukan mental masyarakat yang baru yang unggul, mengedepankan nilai-nilai inegritas, kerja keras dan semangat gotong royong.

Pada hakekatnya revolusi mental akan dialami oleh masing-masing individu apabila individu tersebut memiliki tujuan yang ingin dicapai sehingga ia melakukan perubahan terhadap dirinya sendiri. sederhananya sebelum berevolsi mental untuk kesejahteraan bangsa, revolusikan mentalmu untuk kesejahteraan dirimu sendiri.

Dari pembahasan diatas timbulah suatu pertanyaan “sudahkah mentalmu berevolusi?”

Sederhananya sebelum berevolsi mental untuk kesejahteraan bangsa, revolusikan mentalmu untuk kesejahteraan dirimu dan lingkungan sekitarmu.

 

artikel by: Anggita Sari

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *