“ PESUGIHAN WARUNG SOTO ”

(Kisah Nyata)

Diniii,,,!!!!terdengar suara ibu ku berteriak sangat keras, ah,,hal ini sudah biasa terjadi di rumah ku. Ibu selalu ngomel kalau sudah pagi seperti ini.

“Kamu gak ngampus nak, ayo cepat bangun bantu ibu dulu buka warung karna bapak mu lagi ke pasar teriak ibu.

Dengan malas aku ke kamar mandi dan cuci muka, setelah itu ku ambil kunci warung yg tergantung di dekat meja makan.

“Ingat ya nak, jangan masuk ke dapur warung awas loh kalau ibu tau kamu masuk ke dapur soto kata ibu ku, aku heran knpa ibu setiap hari mengingatkan aku agar tidak pernah masuk dapur warung soto.

“Iya buk, aku ingat kok kan setiap hari ibu ngomong hal itu pada ku jawab ku sedikit jutek.

“Setelah itu antarkan daging2 ini ke warung sate abg mu ya Din kata ibu dari dapur ku, “iya buk siap jawab ku…

Ibu ku jualan soto sedangkan abg ku bang Yos jualan sate dengan istri nya tidak jauh dari warung soto ibu. Abg ku tinggal juga di warung itu, ibu sengaja membuat warung itu sekaligus tempat tinggal abg ku biar gak ngontrak2 rumah segala.

Saat aku beberes di warung soto aku penasaran sama dapur yg selalu di larang ibu untuk ku masuki.

Aku pun perlahan berjalan ke arah dapur dengan menggendap2, saat ku buka pintu dapur dan ku geser gorden nya, hheeii,,, ngapain kamu di sini teriak ayah ku,,,!!!

Membuat ku terkejut, “ini pak dini kebelet pipis mau ke kamar mandi kata ku beralasan.

Pipis di rumah sana Deket ini juga, awas bapak mau ke dapur kata bapak sembari mendorong tubuh ku ke pinggir. Lalu bapak menutup pintu dan mengunci nya.

“Emang ada apa sih di dapur itu, knpa aku di larang masuk ke situ sih gumam ku.

“Kamu knpa ngomel-ngomel sendiri gitu sih Din tegur ibu ku.

“Ini buk, knpa sih dini gak boleh masuk ke dapur soto emang ada apa sih buk dini jadi penasaran kata ku.

“Kamu gak perlu tau Din, tugas mu cuma kuliah dan bantu2 bapak dan ibu seperlu nya aja, eh ingat daging yg untuk abg mu ibu taruh di atas meja, jangan lupa kamu bawa yah.

Aku sedikit kesal pada ibu dan bapak ku karna pagi-pagi sudah marahin aku, saat pergi ke kampus aku pun mampir ke warung Abang ku untuk memberikan daging yg akan di pakai Abang ku untuk jualan sate.

“Ini bang daging nya kata ku dengan sedikit  bernada keras, “kamu knapa Din pagi-pagi udah cmberut aja kata bang Yos.

“Gak apa-apa bang jawab ku ketus, “udah sana pergi ngampus ntar telat kata bang Yos, aku pun mengangguk kan kepala ku.

Saat keluar warung Abang ku ada sosok perempuan bergaun merah berdiri tepat di depan warung Abang ku, dia berdiri mematung di sebrang jalan.

Tiba-tiba sosok wanita bergaun merah itu menghilang saat aku ingin naik angkot.

“Naik angkot mbak teriak supir angkot,,,!!

“Iya pak teriak ku,,!!knpa wanita tadi mencurigakan yah pikir ku. Memang warung soto dan warung sate Abang ku sangat ramai.

Bahkan bbrpa artis pernah makan di warung soto ibuk, ibu juga sering melarang ku untuk makan soto di warung.

“Masak anak tukang soto makan soto sih nak,,itu alasan ibu pada ku kalau aku mau makan soto di warung ibu.

Saat di kampus semua temen-temen ku mengajak ku makan soto ibu ku, sudah ku katakan aku di larang ibu makan di warung tapi mereka tetap ngotot mengajak ku ke sana.

Ahir nya aku pun mengalah untuk ikut teman-teman ku pergi ke warung soto ibu ku.

Saat di warung teman-teman ku langsung ambil tempat di samping warung di sana ada bale yg cukup untuk teman-teman ku duduk lesehan.

Aku membantu ibu menyiapkan pesanan teman-teman ku, “ingat ya nak,,kamu jangan makan soto ini yah. Awas kalau kamu ikutan makan ancam ibu ku.

“Iya buk kata ku, saat mengantar pesanan mereka aku melihat wanita bergaun merah itu lagi tepat di belakang sahabat karib ku.

Ku lihat dia mengusap-usap kepala sahabat ku itu, dan seperti nya dia tidak merasakan apa-apa.

Saat ku dekati sosok itu menghilang, ku lihat di sekeliling tempat itu tapi wanita itu tidak ada.

“Eh kok bengong,,!!siniin soto nya udah pada laper nih kata mereka.

Setelah selesai makan soto temen-temen ku pada pulang, aku pun membantu orang tua ku beres2 warung. Karna sudah larut malam dan soto juga sudah pada habis.

Karna warung tidak jauh dari rumah aku berjalan kaki sendirian karna bapak dan ibu masih di warung.

Aku kepikiran tentang sossok tadi yg mengusap rambut sahabat ku itu, apa dia pelanggan di warung ibu dan di warung bang yos juga ya pikir ku.

Ah, entah lah karna aku juga sedang pusing mikiri tugas kuliah ku, begitu sampai di halaman rumah aku melihat wanita bergaun merah itu lagi.

Dia sedang berdiri di depan pintu rumah ku dan sedang menatap ku, kali ini wajah nya begitu menyeramkan sekali karna wajah nya rusak dan bagian2 dari wajah nya tidak lengkap lagi.

Aku pun gemetar melihat bibir nya yg sudah tidak ada lagi memperlihatkan gigi2 nya yg tajam dan runcing, mengeluarkan lendir merah.

Kaki ku bergetar saat menatap nya, tiba2 ada yg menepuk pundak ku. “kok malah bengong di sini sih din, ayo masuk ke rumah kata ibu ku.

Ternyata ibu dan ayah ku sudah ada di belakang ku saat aku menoleh ke belakang, “iya buk,,itu tadi ada itu buk jawab ku tergagap. 

“sudah ayo masuk kata bapak pada ku”. Karna saat ku lihat lagi sossok yg menyeramkan itu sudah hilang.

Aku pun masuk dan merebahkan tubuh ku di kasur ku, aku mencoba untuk tidur tapi sangat sulit.

Ku lihat jam menunjukkan pukul 11 malam aku tetap tidak bisa tidur, aku kepikiran sahabat ku itu.

Tiba2 perasaan ku tidak enak karna aku gelisah mengingat kejadian tadi sore di warung, ku raih ponsel ku dan menelfon sahabat ku itu.

Panggilan ku masun tapi tidak di jawab oleh dahaba ku, ku telfon lagi tetap saja tidak dijawab.

“ah, mungkin dia sudah tidur karna sudah larut malam pikir ku, aku pun memejkan mata dan berniat menelfon nya besok pagi saja, atw besok ketemu di kampus.

Keesokan pagi nya di kampus aku pun mecari sahabat ku itu, tapi tidak ku temukan d mana pun. Ahir nya aku menunggu di gerbang kampus.

Sudah lama ku tunggu tapi sahabat ku tidak datang juga, aku pun pergi ke rumah nya untuk memastikan kalau dia baik2 aja.

Sampai di dpan rumah nya aku melihat bendera kuning di gerbang rumah nya, begitu ramai orang memakai baju putih di pekarangan rumah nya.

Siapa yg meninggal ya pikir ku, aku pun masuk dan meliha mayat di ruang tengah rumah itu dengan di tutupi kain putih.

Saat ku perhatikan seseorang menyingkap kain itu dan astagfirullah itu ayu, sahabat ku,,aku terkejut tatkala aku melihat sosok wanita bergaun merah yg menyeramkan tepat di atas kepala ayu.

Lidah nya memanjang seperti menyedot ubun2 ayu, tiba2 tubuh ayu perlahan menjadi kurus seperti tengkorak dan aku menjerir memanggil nama ayu.

Setelah itu aku tidak ingat apa2 lagi, begiru sadar aku sidah berada di rumah ku.

“kamu ini knpa sih din, kok pingsan di rumah orang bikin malu aja trus di tempat orang meninggal pula”kata ibu ku.

“iya buk maaf, otu tadi sahabat ku yg meninggal itu loh bu kmaren yg makan soto di sini, ibu ingat kan” kata ku.

Ibu ku hanya diam, “oh iya din,,besok2 ajak temen2 kamu makan soto di sini lagi yah, ntar ibu kasi harga murah deh”kata ibu ku.

Gak ah buk,,aku takut nti temen2 ku yg lain kayak ayu jawab ku ketus”,mksud kmu apa din tanya ibu???

“itu bu, waktu itu di belakang ayu ada sosok wanita bergaun merah, aku takut itu yg mengakibatkan ayu meningal kata ku.

“ah masak sih, itu cuma halusinasi mu aja kok. Udah jelas2 temen mu itu mati karna terjatuh di karmar mandi  jawab ibu ku”.

Aku hanya diam mendengar penjelasan ibu, masak iya hanya gara2 jatuh di kmar mandi bisa mati sih pikir ku.

Aku jadi merasa aneh dengan ini smua kaena begitu ganjil, tentanf yg ku lihat di rumah ayu. Yg menyedot jasad ayu ini sungguh fanjil pikir ku.

Sebenarna siapa sosok itu knpa selalu terlihat di sekitar warung ibu, warung bg yos dan di teras rumah ku.

Aku masih bersedih dengan kematian ayu sahabat ku itu, mengapa ini terjadi pada ayu.

Suatu malam aku bermimpi tentang ayu, aku melihat di sebuah ruangan ada ibu dan abg ku sedang terikat rantai di bagian tangan, kaki, dan leher nya.

Ibu ku sedang mengipasi wanita bergaun merah itu dan abg ku menjadi tempat kaki nya atw keset nya.

Aku menangis melihat hal itu, wanita itu duduk di kursi yg terbuat dari potongan kaki dan tangan manusia, membuat ku ingin muntah karna potongan-potongan itu masih mengeluarkan darah dan sesekali dia menjilat nya dengan lidah nya yg panjang.

Sementara di ruangan lain aku melihat bapak ku sedang memotong daging, yah,,itu daging manusia dengan lihai bapak ku mencincang kaki dan tangan manusia mnjadi potongan2 kecil.

Sementara di sebelah nya ku lihat sepupu ku dengan wajah pucat dan menangis, dini,,tolong aku Din kata sepupu ku itu.

Loh knpa sepupu ku ada di sini sedang apa dia di sini pikir ku, tapi bapak ku menaruh dia di meja dan menyayat kaki nya seketika sepupu ku itu menjerit kesakitan.

Sangking keras nya aku menutup telinga ku karna terasa sakit, tapi lain dengan sosok itu yg tertawa terbahak-bahak.

Satu per satu tubuh sepupu ku itu di potong bapak ku menjadi kecil2, saat dia berteriak lagi seketika leher nya di gorok oleh bapak ku. Darah menyembur kemana2 bahkan menyiram wajah bapak ku.

Lalu sosok itu mengibaskan tangan nya, dan ibu ku mengambil potongan daging itu dan mempersembahkan nya pada sosok itu.

Seketika mulut sosok itu terbuka lebar dan menelan habis daging manusia itu ke dalam mulut nya, sampai2 iya menjilati wadah yg masih penuh dengan darah itu sampai bersih.

Ku lihat ibu ku menata rapi potongan kepala di dalam rak, kepala manusia yg sangat banyak. Bukan hanya itu bahkan kaki dan tangan juga tersusun rapi di dalam rak.

Aku melihat itu mual dan muntah-muntah, mendengar suara ku muntah sosok itu melirik ku dengan menyeringai.

Seakan-akan dia mengatakan akan tiba giliran mu.

#Bersambung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *