Perbedaan UEFI dan Legacy Pada Bios

Pada dasarnya sebuah komputer atau perangkat IT pasti memiliki software yang berfungsi sebagai jembatan antara sistem operasi dengan hardware.

Dalam beberapa merk motherboard terdapat beberapa cara untuk bisa masuk dalam sistem bios pada saat booting seperti menekan tombol F2/delete pada keyboard, atau merestart komputer dan tekan F8.

Pada saat proses booting pada bios anda akan menemukan mode UEFI dan legacy. Tapi sudah tahukah anda apai itu UEFI dan legacy?

UEFI singkatan dari Unified Extensible Firmware Interface yang merupakan standart teknologi terbaru yang memiliki fungsi untuk mempercanggih daripada fungsi program BIOS tersebut. Awal kelahiran standart interface UEFI yaitu pada pertengahan 1990an yang mulanya hadir dengan standart EFI. Dan barang komputer server yang mempelopori standart EFI yaitu intel dan HP.

Kemudian seiring berkembangnyawaktu, spesifikasi dan fitur daripada EFI diperbarui lagi agar dapat digunakan untuk semua platform hardware. Dan hasilnya lahirlah interface terbaru yang dirubah namnya menjadi UEFI atau EFI V2.X yang mana ketambahan huruf U yang artinya UNITED.

Pengertian UEFI sendiri adalah komponen software yang terdapat pada sistem komputer modern. Awal kemunculannya interface UEFI ini hanya digunakan untuk komputer server namun saat ini interface UEFI mulai digunakan pada komputer PC high end dan juga laptop kelas menengah keatas.

Dibandingkan dengan legacy bios, UEFI lebih memiliki banyak kelebihan terutama dalam segi fitur, bahasa pemrograman, kecanggihan, hardware, visualisai, kapasitas memori dan kode bit.

Biasanya Menggunakan 16 bit code namun saat ini komputer modern sudah menggunakan teknologi processor 64 bit. Hal inilah menjadi perbedaan yang jauh. Selain itu legacy bios memiliki keterbatasan dalam mensupport teknologi hardware.

Terlebih teknologi firmware yang digunakan versi lama sehingga harus memaksakan agar dapat mensupport teknologi baru sehingga akibatnya terjadi masalah.

Jika dibandingakan dengan legacy BIOS, maka UEFI mempunyai banyak kelebihan baik dari segi fitur, level bahasa pemrograman, kecanggihan dan kelengkapan fitur pengontrolan hardware komputer, tampilan visual, kapasitas memori dan bit code. Berikut perbedaan antara UEFI dan Legacy:

  1. Memiliki interface GUI yang lebih menarik dengan keyboard dan mouse
  2. Memiliki komunikasi yang baik dengan menggunakan firmware dan hardware tanpa melaluo boot sector.
  3. Dapat menambahkan program driver dan aplikasi
  4. Memiliki sistem security yang lebih kuat dalam melindungi pre startup, preeboot dari serangan boot kit.
  5. Mendukung kapasitas harddisk lebih dari 2.2TB dimana pada legacy bios hanya mensupport harddisk 2.2TB
  6. Proses startup dan resume lebih cepat dalam melakukan proses sleep, hibernate dan shutdown.
  7. Mendukung driver hingga 64 bit, sehingga mampu mebgalokasikan memori saat startup hingga 176 milyar.
  8. Support format GPT harddrive yang lebih unggul dari legacy bios yang hanya menggunakan format MBR.

Bagaimana sudah paham tentang Perbedaan UEFI dan Legacy Pada Bios Berserta Kelebihannya. Tapi bagaimana jika kita tidak tahu apakah komputer kita sudah support UEFI ataukah masih support Legacy bios?

Cara paling mudahnya adalah bisa melihatnya dengan cara menyediakan installer windows atau OS yang sudah support UEFI seperti OS Windows 10 terbaru, kemudian colokkan atau masukkan DVD dan lakukan langkah demi langkah.

Dikutip dari link : https://blog.dimensidata.com/pengertian-dan-perbedaan-uefi-dan-legacy-pada-bios/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *