Manusia dan IT

RANTIANG.COM– “Suatu Saat AI (Artificial Intelligence) dapat menghancurkan peradaban manusia” itulah kata-kata yang diucapkan oleh Stephen Hawking pada Konferensi Teknologi di Lisbon, Portugal pada tahun 2017.

Hal yang dikatakan oleh Fisikawan Inggris tersebut tidaklah salah, karena perkembangan teknologi yang semakin canggih pada saat sekarang ini memang membuat penelitian dan pembelajaran dibidang mesin berkembang pesat seperti Machine Learning (Pembelajaran Mesin) dan AI (Kecerdasan buatan). Bahkan sudah banyak robot yang mampu mengerjakan sesuatu yang dikerjakan manusia dengan lebih baik dari manusia itu sendiri. Misalkan tenaga medis, tenaga militer sampai ke rumah tangga.

Kenapa hal ini bisa terjadi ? Hal ini bisa terjadi karena sudah mulai tidak pedulinya masyarakat dan banyak manusia yang bekerja tidak teliti dan tidak tepat sasaran.

Tapi, apakah kita sebagai manusia yang merupakan makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna tidak bisa mencegah hal tersebut terjadi? Tentu saja bisa, namun banyak hal dan langkah yang harus mulai diperbaiki dan dikemas oleh manusia itu sendiri sebelum mulai bisa menjaga dari “Penjajahan oleh Mesin”. Dimulai dengan memperbaiki kepedulian manusia terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi, hal ini berguna agar manusia tidak selalu mengandalkan IT untuk beberapa hal yang dirasa bisa oleh manusia. Yang kedua, memiliki jiwa enterpreneurship. Hal ini untuk membuka lapangan kerja bagi manusia agar manusia bisa tetap bertahan dan juga bisa membuat kesejahteraan ekonomi yang baik. Yang ketiga, bekerja lebih teliti dan lebih baik serta mampu menguasai bidang yang diampu. Hal ketiga ini berkaitan sangat erat pada nomor satu dan dua. Karena, apabila manusia mulai peduli terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi kemudian mempunyai jiwa enterpreneurship, kedua hal tersebut bisa dikombinasikan dalam bentuk pekerjaan yang sesuai dengan latar belakang pendidikan pegawainya. Otomatis hal ini akan meminimalisir kegagalan kerja dan ketidaktelitian pekerja terhadap pekerjaannya, dan mampu mengurangi penggunaan AI karena manusia sudah mulai lebih baik dalam pekerjaannya.

Tentu hal ini bisa dicegah, tetapi apabila manusia tetap tidak mau memperbaiki diri mereka sendiri dan maka IT terutama AI sudah pasti mampu menghancurkan peradaban manusia dan menjadi penguasa di bumi karena manusia yang sudah mulai tersisihkan karena ketidakpedulian manusia itu sendiri.

Untuk itu sepatutnya kita sebagai manusia lebih tau menempatkan posisi kapan kita membutuhkan bantuan robot dan kapan kita tidak membutuhkannya. Selagi kita masih bisa mengerjakan pekerjaan tersebut dengan bantuan manusia lainnya, kenapa harus dengan robot?

 

Penulis : Kelvin Mulyawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *