Mahasiswi STMIK Indonesia Padang Harumkan Nama Kampus pada PORPROV XIV Sumbar

RANTIANG.COM, PADANG – Mahasiswi STMIK Indonesia berhasil meraih 2 medali perak dan 1 medali perunggu pada PORPROV (Pekan Olahraga Provinsi –red.) XIV Sumatera Barat, Cabang Olahraga menembak pada kelas Air Rifle Match Senior dan Junior Putri. Ajang PORPROV Sumbar cabor menembak ke-14 ini dimulai sejak tanggal 20 November 2016 sampai tanggal 29 November 2016 di kota Padang tepatnya di lapangan tenis indoor Telkom Padang Baru.

NURUL DZAKIAH (20) yang lebih akrab dipanggil Kiki, adalah seorang atlet menembak asal kota Bukittinggi. “ Sebenarnya porprov kemarin bukan pertama, udah ikutan dari tahun 2010. Awalnya karena keluarga. Dari kakek, om, tante dari papa, papa sama mama juga atlet menembak. Sepupu sama adik-adik juga atlet menembak. Jadi udah kek keturunan gitu. “ ujarnya pada wawancara santai melalui sosial media.

Namun, Kiki menegaskan bahwa keikutsertaannya pada ajang PORPROV XIV Sumbar ini diluar campur tangan keluarganya. Karena menurut informasi dari yang bersangkutan, di cabang olahraga menembak khususnya kota Bukittinggi, untuk dapat berpartisipasi menjadi peserta porprov harus mengikuti beberapa seleksi juga tc/pemusatan latihan yang seminimalnya diselenggarakan 6 bulan sebelum pertandingan. Hasil dari seleksi menentukan atlet-atlet yang berhak untuk mengikuti tc/ pemusatan latihan yang nantinya diadakan selama 1-3 bulan. Setelah itu, atlet – atlet yang memenuhi persyaratan(persyaratan nilai, mental, kesehatan, dll) selama tc akan dipanggil untuk mewakili daerah dan mengikuti pertandingan.

Foto dengan Atlit PERBAKIN kota Bukittinggi

Berikut tanggapan Kiki setelah ditanya, apa yang dirasakanya setelah berhasil membawa pulang beberapa medali, “Bersyukur pastinya. Karena semua yang diusahakan, semua yang dikorbankan mendapatkan jawaban yang baik. Jadi salah satu pembuktian diri juga, meskipun ikut berpartisipasi menjadi atlet menembak karena orang tua dan keluarga, tapi gak memanfaatkan hal negatif semacam nepotisme. Karena di cabang olahraga menembak nilai dan hasil yang di dapat real dari individu bersangkutan yang sifatnya kuantitatif. Jadi medali yang didapat (dalam pertandingan) memang hasil upaya sendiri tanpa campur tangan orang tua juga keluarga. Biar begitu kedepannya tetap berharap selalu ada peningkatan.”

Dalam wawancara singkat tersebut, Kiki mohon maaf dengan sangat kepada pihak kampus, dosen juga rekan-rekan organisasi terkait atas kurangnya partisipasi dan dedikasi selama berlangsungnya pertandingan. Sekaligus rasa terimakasih yang sebesar besarnya atas dukungan-dukungan yang telah diberikan.

Semoga dengan adanya prestasi kiki ini akan memacu semangat rekan-rekan mahasiswa STMIK Indonesia Padang agar dapat mengharumkan almamater kita. Dan juga untuk pihak kampus agar terus menyokong dan lebih apresiasif lagi dalam mendukung kegiatan positif, baik yang ada di dalam maupun diluar kampus, berkaitan dengan IT maupun kegiatan lainnya.

 

Hidup Mahasiswa !!!

Bill Chatra Cham

We can dream without drugs

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *