Layanan Perpustakaan di STMIK Indonesia Padang

RANTIANG.COM– Perpustakaan pada umumnya sebagai tempat tumpukan buku yang siap dibaca oleh siapa saja yang berkunjung. Para pengunjung perpustakaan datang langsung memilih buku yang dikehendaki dan membacanya. Begitulah gambaran seseorang jika membayangkan sebuah perpustakaan.

Sebenarnya, kegiatan seseorang datang dan membaca di perpustakaan merupakan peristiwa transfer informasi antara pembaca dan koleksi (isi koleksi). Melalui isi koleksi, para pembaca / penikmat koleksi telah mendapatkan kelebihan-kelebihan informasi yang dapat ditransfer dalam bentuk kemasan sesuai yang dikehendaki. Kelebihan-kelebihan tersebut dapat berupa informasi tertulis (dapat berupa karya tulis), informasi lisan (tukar pikiran dengan seseorang), pengayaan pengetahuan (aktualisasi diri), hiburan (kenikmatan / kesenangan / hobi), dan yang pasti setiap pembaca mempunyai tujuan atas bacaan yang dinikmati.

Perpustakaan yang berada di STMIK Indonesia Padang keberadaannya merupakan tugas dan fungsi perpustakaan tersebut adalah dalam rangka melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Meliputi pendidikan, penelitian/riset dan pengabdian kepada masyarakat.

Menurut Sutarno NS (2006:34), tujuan dari perpustakaan adalah untuk menyediakan fasilitas dan sumber informasi dan menjadi pusat pembelajaran. Seiring dengan perkembangan teknologi informasi fungsi, perpustakaan-pun semakin berkembang. Digitalisasi perpustakaan menjadi sebuah tuntutan yang tidak bisa dihindarkan.

Menurut Kepala Unit Perpustakaan STMIK Indonesia Padang Suci Yasefia, S.Hum mengatakan “Manajemen perpustakaan di STMIK Indonesia Padang belum dikelola menggunakan sistem komputerisasi, yang lebih dikenal dengan automasi perpustakaan. Koleksi perpustakaan hanya berbentuk fisik, saya berharap perpustakaan ini sudah berbentuk digital. Dan pihak kampus sudah berusaha untuk perlahan-lahan mulai berbenah mengikuti perkembangan teknologi informasi dalam mengatur manajemen perpustakaan”.

Berbicara tentang pelayanan perpustakaan yang ada di STMIK Indonesia Padang, kampus ini telah menentukan sistem pelayanan yang jelas agar pengunjung dapat memanfaatkan koleksi buku yang ada di perpustakaan dengan baik. Ada dua sistem pelayanan perpustakaan yang ada pada kampus ini yaitu sistem pelayanan terbuka dan sistem pelayanan tertutup.

Pada sistem pelayanan terbuka anggota atau peminjam dapat langsung memilih buku yang dikehendaki secara bebas pada rak buku. Dan jika mengalami kesulitan dapat meminta bantuan pada petugas perpustakaan. Oleh karena itu, penataan tempat koleksi perlu diperhatikan. Misalnya, rambu-rambu yang menunjukkan lokasi koleksi harus lengkap dan jelas. Kendalanya adalah jarak antara satu rak dengan rak yang lain terlalu rapat, sehingga pengunjung kurang leluasa dalam mencari koleksi yang diinginkan.

Pada pelayanan tertutup pengunjung tidak boleh langsung mengambil koleksi pustaka yang diinginkannya di rak, tetapi harus melalui petugas perpustakaan. Pengguna dapat memilih koleksi pustaka yang diinginkannnya melalui katalog yang disediakan. Kendalanya adalah perpustakaan STMIK Indonesia Padang belum menggunakan online catalog yaitu sistem katalog yang dapat diakses secara umum dan dapat dipakai pengguna untuk menelusuri data katalog supaya pengguna mengetahui apakah bahan pustaka yang sedang dicari tersedia di perpustakaan atau sedang dipinjam.

Dari pelayanan yang telah ada di STMIK indonesia Padang, minat mahasiswa untuk membaca di perpustakaan masih kurang. Maklum saja para mahasiswa generasi sekarang merupakan mahasiswa generasi melek internet. Karenanya, perpustakaan dan pustakawan harus mengakui dan memahami gaya belajar para mahasiswa tersebut dengan menciptakan lingkungan yang kondusif untuk mereka bisa belajar dan sesuai dengan perkembangan zaman.

 

 

Penulis : Yuhibbul Ikhsan (wartawan LPM Semut Merah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *