Kinerja KPU dianggap lalai, Mahasiswa yang Tergabung dalam Aliansi BEM SUMBAR memilih Turun ke Jalan

RANTIANG.COM– Pemilu yang berlangsung pada 17 April lalu, rupanya cukup membuat kegaduhan bagi rakyat Indonesia saat ini. Berawal dari pelaksanaan pemilu yang menelan korban jiwa yaitu petugas KPS sampai 150 orang, pencoblosan ulang di beberapa tempat, pembakaran dan pencurian kotak suara, bahkan kesalahan input data yang dilakukan KPU.

Hal ini tentunya menjadi tanda tanya besar, apa yang sedang terjadi di negara ini?

Pada hari Kamis (25/04/2019) mahasiswa yang tergabung dalam aliansi BEM Sumatera Barat tumpah ruah di jalanan. Hal ini merupakan bentuk luapan kekecewaan para mahasiswa yang mewakili masyarakat kepada KPU Sumbar.


Para mahasiswa menyampaikan tuntutanya di depan gedung KPU Sumbar. Tuntutan tersebut diantaranya :

  1. Mendesak KPU Sumatera Barat menyelesaikan segala permasalahan pemilu yang ada di Sumatera Barat
  2. Menuntut KPU Sumatera Barat memberikan Klarifikasi kepada publik terkait permasalahan pemilu di Sumatera Barat dan klaim perhitungan suara melalui konferensi pers
  3. Menuntut KPU Sumatera Barat bekerja secara Profesional dalam Rekapitulasi suara dengan asas luberjurdil dan memecat petugas penyelenggara pemilu yang melakukan kecurangan.
  4. Menuntut KPU Sumatera Barat untuk mendesak KPU RI memberikan tunjangan atau santunan terhadap petugas penyelenggara pemilu yang sakit dan meninggal dunia dalam mensukseskan pemilu 2019

Itulah tuntutan-tuntutan yang dituntut oleh mahasiswa yang tergabung dalam aliansi BEM Sumatera Barat. Diharapkan KPU Sumatera Barat dapat merespon tuntutan-tuntutan tersebut.

Liputan : Anggita Sari, Dita Joda Sukraini, Mutiara Dahriza dan Fadillah Hamimi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *