Ketua Angkatan 19

RANTIANG.COM– Ketua angkatan merupakan jabatan kultural yang tugas dan wewenangnya tidak tertulis, tidak AD/ART atau undang-undang lainnya. Akan tetapi ketua angkatan ini sangat penting ketika suatu angkatan mengadakan acara diangkatan tersebut. Ketua angkatan juga bertanggung jawab atas angkatannya seperti ada permasalahan dan keluhan mengenai suatu hal.

Di kampus STMIK Indonesia padang sendiri, ketua angkatan mulai dibentuk pada angkatan 2018 dengan ketua Ahmad Salahudin Al-Ayyubi. Alasan dibentuknya ketua angkatan ini supaya permasalah yang ada diangkatan tersebut bisa diatasi dan bisa mempererat hubungan kekeluargaan diangkatan tersebut.

Ketua angkatan sendiri dibentuk dibawah pengawasan Himpunan Mahasiswa Sistem Informasi (HIMASI) STMIK Indonesia Padang. Ketua angkatan dipilih dengan menggunakan sistem voting dari angkatannya.

Kandidat angkatan 19 dibentuk pada tanggal 26 Oktober 2019 pada hari terakhir dilaksanakannya acara Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa Tingkat Dasar (LKMM-TD) yang terdiri dari 7 orang kandidat. Selanjutnya pemilihan ketua angkatan 19 dilaksanakan pada Selasa (29/10/2019) dengan ketua terpilih Yaitu Subadrian dan wakil ketua Ilham Mardani.

Subadrian yang dihubungi via whatsapp menyampaikan bahwasanya ia merasa bangga dan berterimakasih kepada angkatan 19 yang telah mempercayainya untuk menjadi ketua. Menurutnya pandangan orang kekita tidak sembarangan, seseorang yang mempunyai jiwa pemimpin pasti akan bahagia dengan kepercayaan dan tanggung jawab yang telah diberikan, dan untuk itu seorang pemimpin pasti akan berusaha semaksimal mungkin menjalani tanggung jawab tersebut.

“Harapan saya agar angkatan 19 menjadi angkatan terbaik dan menjadi generasi dengan perubahan total melalui prestasi-prestasi yang lebih dari senior-senior sebelumnya, lebih solid serta tidak ragu menyampaikan pendapat ketika ada sesuatu yang mengganjal supaya angkatan 19 bergerak dan seiring jalan” ujar Subadrian.

Ia juga menyampaikan pesan kepada angkatan 19 agar mau berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan kecil di kampus, ubahlah cara pandang kalau kuliah itu “menyulitkan” jadi “mengasikkan”. Jika sudah merasakan pergaulan pada jenjang mahasiswa yang sebenarnya, bisa jadi kita akan canggung ketika tidak datang kekampus walaupun hanya 1 hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *