Jokowi atau Prabowo?

RANTIANG.COM- Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia periode 2019-2024 kurang satu bulan lagi menuju 17 April 2019. Berbagai aktivitas dilakukan baik oleh tim sukses, pendukung maupun oleh para kandidat untuk merebut hati rakyat agar mau memberikan mandat kepadanya.

Pertarungan Pilpres kali ini semakin menarik karena dalam strategi pemenangan masing-masing kandidat melibatkan berbagai kalangan mulai dari akademisi, mahasiswa, tokoh agama, aktivis berbagai disiplin ilmu, musisi, tokoh agama bahkan melibatkan masyarakat umum sebagai tim sukses. Berbagai upaya dilakukan oleh para tim sukses untuk mengkampanyekan masing-masing kandidatnya agar diterima masyarakat. Mulai dari keberhasilan-keberhasilan kandidatnnya, hingga mengeksploitasi hal-hal negatif yang pernah dilakukan oleh saingan masing-masing.

Pentingnya menjaga kerukunan dan persatuan antar semua komponen untuk mensukseskan pemilihan presiden (Pilpres) 2019 dan juga menciptakan kedamaian dalam masyarakat menjadi perhatian semua pihak, mengingat dalam Pilpres 2019 kali ini semakin hari dinamikanya semakin tinggi. Hal ini terkait isu maraknya kampanye hitam, isu netralitas aparat, isu SARA (suku, agama, ras, dan antargolongan) , dan lain sebagainya. Perhatian ini menjadi penting agar semua pihak dapat memahami bahwa apapun hasil Pilpres, siapapun yang menang dan siapapun yang kalah, Indonesia harus tetap damai dan harmonis satu sama lain. Pertarungan dan perbedaan cukup dalam kompetisi saja dan harus dilaklukan dengan cara-cara terhormat dan bermartabat, karena sesungguhnya kita semua bersaudara.

Menurut saya, pilihan boleh berbeda dalam Pilpres 2019. Namun perbedaan jangan sampai memecah-belahkan bangsa. Seluruh komponen harus tetap satu dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). ‎Berbeda pilihan itu boleh, sebab kita memang berbeda-beda. Tapi kita berbeda-beda dalam bingkai persatuan. Kita Bhineka, tapi yang lebih penting lagi adalah bahwa kita ini Tunggal Ika. Kita pastinya berharap Pilpres 2019 bisa berlangsung aman, tertib, dan penuh semangat sportivitas. Semangat sportivitas dan persatuan bangsa seperti itu perlu kiranya kita hadirkan di ajang Pemilihan Presiden 2019. Kita ingin dunia tahu bahwa Indonesia adalah bangsa yang demokratis berkeadaban, tidak saling mencaci, tidak hujat-menghujat, dan tidak bergesek-gesekan demi kepentingan sesaat. Namun Indonesia adalah bangsa yang beradab dimana dua pasang capres-cawapresnya mampu bersaing secara sportif, dengan mengedepankan kepentingan bangsa di atas kepentingan kelompok dan golongan.

Foto dari Instagram @rizd_arts
Foto dari Iqbal S. Nugroho

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *