Demi Sebuah Harapan, Untuk Indonesia Yang Lebih Baik

RANTIANG.COM– 17 April 2019, hari akbar yang dilaksanakan 5 tahun sekali dimana Indonesia melakukan pemilihan umum, baik pemilihan presiden maupun legislatif. Hari yang sangat di tunggu-tunggu oleh masyarakat Indonesia, dimana mereka dapat menyalurkan aspirasi suara mereka. Pagi itu pukul 08:00 Wib di SDN 30 Sago, Ketua dan Panitia KPPS mengikrarkan sumpah mereka yang akan bersifat netral terhadap hasil pemilihan dan tidak akan mempengaruhi pemikiran calon pemilih. Dalam kegiatan akbar yang dilaksanakan 5 tahun sekali ini, masih banyak warga Indonesia yang belum terdata, ini terbukti dengan masih bersisanya surat suara pada masing-masing TPS pada tiap daerah.

“Pemilu pertama Saya, saya tidak menyangka bahwa minat masyarakat pada PEMILU kali ini sangat tinggi, dimana masyarakat perantauan dari daerah Sago ini pulang ke kampung halamannya hanya untuk memilih” Ucap salah seorang Saksi dalam TPS tersebut.

Tercatat pada TPS 34 ini, terdapat kurang lebih sekitar 200 suara tanpa adanya suara yang golput untuk pemilihan presiden dan wakil presiden. Dalam pemilu kali ini, tersedia lima buah kotak suara, yaitu: Presiden dan Wakil Presiden, DPR RI, DPD RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kab/KOTA. Pemilihan yang dimulai pada pukul 08:00 Wib ini berakhir pada pukul 14:00 Wib dan dilanjutkan dengan proses penghitungan suara yang dimulai dengan perhitungan suara Presiden.

Dengan masih dalam keadaan tersegel, kotak suara tersebut diperlihatkan kepada para saksi partai koalisi dan kemudian dibuka untuk membuktikan kenetralan para Anggota TPS. Satu persatu suara diperlihatkan kepada para saksi dan dihitung secara teliti kemudian dituliskan dalam lembaran yang telah disediakan.

Tepat Pukul 17:00 Wib, perhitungan suara presiden dan wakil presiden telah selesai dihitung. Perhitungan yang lambat di karenakan coblosan yang dilakukan oleh masyarakat sangat kecil, sehingga membuat Baswaslu kesulitan untuk melihat calon presiden yang dipilih oleh msayarakat. Kemudian dilanjutkan menghitung surat suara lainya.

Pukul 00:30 Wib masih terlihat para anggota KPS sedang bekerja mempersiapkan laporan mereka yang akan diserahkan keesokan harinya.


Pukul 12:00 Wib Kotak suara di TPS 34 selesai dengan semua surat-surat dan tanda tangan dan siap diantarkan ke Kantor camat Lubuk Basung. Masih dalam keadaan lelah, para pahlawan-pahlawan dadakan ini terus berkerja dan bersiap-siap untuk mengawal pengantaran lima kotak suara ini. Memang tidak salah orang mengatakan bahwa Ir. Soekarno adalah seorang pahlawan tapi jangan lupakan bahwa mereka para anggota TPS juga merupakan pahlawan dadakan yang bekerja seharian, bahkan tak jarang bisa juga dilakukan pemilihan ulang dikarenakan terjadi kendala.

Penulis : Fajri Surya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *