DEBAT CALON PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN BEM  STMIK INDONESIA PADANG

RANTIANG.COM – Sehubungan dengan diadakannya pemilihan umum presiden dan wakil presiden Badan Eksekutif Mahasiswa STMIK Indonesia Padang, Panitia Pemilihan Umum (PPU) menyelenggarakan debat calon presiden dan wakil presiden BEM periode 2017/2018 di Aula STMIK Indonesia Padang, Senin ( 19/02/2018 ).

Afdiko Saputra & Muhammad Latif sebagai calon no urut 1 dan Oskar Ananda dan Riki Purnama Irawan sebagai calon no urut 2 dibebaskan menyampakain visi misi, ide atau gagasan, dan aspirasi untuk menarik simpati mahasiswa. Kegiatan debat yang diselanggarakan sejak pukul 13.30 – 15.30 WIB tersebut turut juga dihadiri oleh Presiden BEM dan Ketua DLM periode sebelumnya.

“Dikampus kita kan banyak organisasi, yang paling utama itu DLM dan BEM. Dari Presiden BEM tersebut, kita intinya harus mengadakan debat presma karena untuk mencari kandidat yang bisa untuk membimbing dan mengayomi organisasi-organisasi yang ada dikampus. Kalau kita tidak menyelenggarakan debat presma tersebut kita tidak tahu kemana nanti arah dan tujuan organisasi yang dibawa. Jadi, tujuan diadakan debat ini yaitu untuk mencari kandidat yang pantas memimpin dan mengayomi organisasi-organisasi dan terutama mahasiswa STMIK Indonesia Padang” tutur Agus Gianto selaku Ketua PPU

Ia juga berharap kepada mahasiswa untuk tidak golput. Karena satu suara dari mahasiswa bisa membuktikan bagaimana baiknya calon kandidat dan menentukan nasib kita kedepannya.

Afdiko Saputa selaku calon presiden no urut 1 mengutarakan pendapatnya seberapa penting debat ini dilakukan. Menurutnya debat ini sangat penting untuk dilaksanakan, karena nantinya mahasiswa yang lain akan tahu siapa yang nanti akan dipilihnya.

“Kita punya hak suara, kita bisa memilih. Jangan kita sebagai mahsiswa ketika nantinya presiden yang terpilih kita baru protes, sedangkan suara kita tidak kita salurkan. Kita punya hak, kenapa tidak kita selaurkan. Jangan golput! Karena hak suara Anda sangat berarti bagi kampus kita” tutur Afdiko Saputra.

Dan Oskar Ananda selaku calon presiden no urut 2 juga menyampaikan pendapatnya tentang debat ini. Menurutnya debat ini memang harus diselenggarakan, karena mahasiswa akan tahu seperti apa calon-calon pemimpin mereka. Jadi mereka tidak akan komplein lagi. Apapun program kerja yang akan dilakukan nantinya mereka tidak akan komplein.

“Alangkah ruginya mahasiswa yang tidak datang kesini, apalagi yang nantinya golput. Jadi untuk kedepannya dimasa periode yang baru mereka tidak akan komplein. Mereka harus terima” ujar Oskar Ananda.

Liputan : Febi Fitria dan Nursanti

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *