Apa Kabar Mahasiswa Akhir?

RANTIANG- Mahasiswa akhir adalah dimana saat seorang mahasiswa sudah berada dipenghujung study dalam menggapai gelar, dimana seorang mahasiswa sudah sibuk dengan penelitian, data dan bimbingan. Nah, sebelum masuk ke topik, saya nanyak kabarnya dlu dong, mahasiswa akhir kabarnya bagaimana? masih sibuk dengan penelitian kah, atau sibuk dengan mengolah data, atau sedang berjuang menemui dosen yang entah berantah kabarnya bagaimana, pesan saya: tetap berjuang yaa, walau masa pandemi ini, jangan bebankan orang tua kita dengan menambah semester lagi, mahasiswa pintar belum tentu lulus tepat waktu, akan tetapi mahasiswa rajinlah yang dapat lulus dengan tepat waktu.

Masa pandemi ini merupakan sebuah masa yang sangat dilematis bagi semua masyarakat di Indonesia, terlebih mahasiswa. Yaa…. Mahasiswa, apa kabar mahasiswa akhir yang sedang berjuang meraih gelarnya di masa pandemi ini? semoga semua urusan kita selalu dipermudah olehNya. Sebagai pejuang skripsi, aku merasakan beban yang bertambah berat. Banyak sekali hambatan yang menyulitkan kita beradaptasi dengan perubahan baru yang tidak memihak ini. Sulitnya mengerjakan skripsi jadi naik berkali-kali lipat di masa yang juga serba susah sekarang.

Ini bukan cari alasan buat mangkir dari tugas akhir. Bukan juga jeritan manjah mahasiswa. Serius, gara-gara pandemi semua jadi tertunda. Tren digitalisasi juga satu-satunya solusi yang bisa ditempuh untuk seminar dan bimbingan jarak jauh. Meski begitu waktu yang terpakai jelas jauh dari optimal dan sangat tidak leluasa. Terlebih semenjak pandemi masuk ke Indonesia, dimana semuanya serba online, dan di tahun 2021 ini semua anak bangsa sudah terlalu larut dan nyaman akan kondisi ini, dimana rasa malas sudah semakin lekat di diri anak bangsa, bukan begitu wahai anak bangsa?.

Mana ada satu pun mahasiswa yang rela menunda kelulusannya. Setiap mahasiswa ingin lulus tepat waktu agar tidak lagi nyusahin orangtua. Namun realita justru berkata sebaliknya. Nampaknya tidak tersisa opsi lain selain menunda kelulusan. Opsi ini tentu saja memberatkan. Menambah satu semester lagi artinya harus membayar uang kuliah juga. Kasihan kan orangtua yang juga terdampak Covid-19 tentu keuangannya lagi terpuruk akibat minim pemasukan. Apalagi, bagi mahasiswa yang nyambi bekerja sepertiku yang tidak hanya mikirin biaya bertahan hidup juga mikirin kebutuhan biaya kuliah.

Kepada teman seperjuangan mahasiswa di mana pun berada, tetap semangat dalam menjalankan skripsinya yaa, karena diluar sana masih banyak yang nasibnya tidak seperti yang kita rasakan saat ini.

Sumber Foto : Digination.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.