Amalan Menyambut Hari Kemenangan

RANTIANG.COM– Amalan sebelum Idul Fitri menjadi aktivitas untuk menyambut hari kemenangan dengan suka cita. Setelah sebulan berpuasa, umat Islam di seluruh dunia merayakan Idul Fitri dengan gembira. Momen Idul Fitri menjadi momen yang paling dirindukan banyak orang.

Di Indonesia, Idul Fitri atau lebaran menjadi momen tepat untuk berkumpul dan bersilaturahmi dengan teman, kerabat, dan keluarga. Idul Fitri menjadi puncak dari kesabaran selama berpuasa di bulan Ramadhan. Selain berkumpul bersama, ada pula amalan sebelum Idul Fitri yang dapat dikerjakan.

Untuk menyempurnakan kemuliaan Idul Fitri, amalan sebelum Idul Fitri dapat dijalankan. Amalan sebelum Idul Fitri ini merupakan amalan sunah yang akan memberi keberkahan bagi siapapun yang menjalankannya. Amalan sebelum Idul Fitri dapat dilaksanakan pada malam Idul Fitri hingga menjelang shalat Idul Fitri.

Jika Anda ingin menyempurnakan pahala menjelang Idul Fitri, penting untuk mengetahui apa saja amalan sebelum Idul Fitri yang dapat dilakukan. Berikut amalan sebelum Idul Fitri yang berhasil RANTIANG.COM rangkum dari berbagai sumber, Jumat (31/5/2019).

Melantunkan takbir

Dilansir dari NU Online, dalam kitab Fathul Qarib di sebutkan bahwa disunahkan untuk menggemakan takbir pada malam hari raya. Sunah ini ditujukan untuk semua orang Islam, baik laki-laki maupun perempuan, mukim ataupun musafir, sedang berada di rumah, masjid, ataupun di pasar. Muhammad bin Qasim Al-Ghazi mengatakan:

“Disunahkan takbir bagi laki-laki dan perempuan, musafir dan mukim, baik yang sedang di rumah, jalan, masjid, ataupun pasar. Dimulai dari terbenam matahari pada malam hari raya berlanjut sampai salat Idul Fitri. Tidak disunahkan takbir setelah salat Idul Fitri atau pada malamnya, akan tetapi menurut An-Nawawi di dalam Al-Azkar hal ini tetap disunahkan.”

Anjuran pembacaan takbir saat malam lebaran dikemukakan oleh Rasulullah SAW dalam haditsnya yang berbunyi:

Hiasilah hari raya kalian dengan memperbanyak membaca takbir.

Anjuran memperbanyak takbir ini sepadan dengan imbalan yang dijanjikan karena sabda Rasulullah SAW:

“Perbanyaklah membaca takbiran pada malam hari raya (fitri dan adha) karena hal dapat melebur dosa-dosa.”

Takbir mulai dikumandangkan sejak terbenamnya matahari di hari terakhir Ramadhan. Batas berakhirnya takbir adalah setelah selesai shalat Id. Takbir juga sunah dikerjakan saat berjalan, duduk, maupun berbaring. Juga disunahkan dilantunkan ketika berada di jalan maupun di masjid.

Menghidupkan malam Idul Fitri

Salah satu wujud ketakwaan sesudah bulan Ramadhan adalah menghidupkan malam Idul Fitri dengan gema takbir dan ibadah lainnya. Rasulullah SAW bersabda:

Artinya, “Siapa saja yang qiyamul lail pada dua malam Id (Idul Fitri dan Idul Adha) karena Allah demi mengharap ridha-Nya, maka hatinya tidak akan mati pada hari di mana hati manusia menjadi mati,” (HR As-Syafi’i dan Ibn Majah).

Dari sisi dirayah, maksud ‘hati tidak akan mati’ dalam hadits ini adalah hati tidak akan mengalami kebingungan di saat banyak orang mengalaminya, yaitu pada saat sakaratul maut, saat ditanya oleh dua malaikat (di alam barzakh), dan ketika hari kiamat. Menghidupkan malam Idul Fitri dapat dilakukan dengan zikir, shalat malam, atau ibadah sunah lainnya.

Amalan sebelum shalat Idul Fitri

Mengajak Seluruh Keluarga dan Anak-Anak

Ajaklah semua sanak keluarga untuk berbondong-bondong mendirikan shalat Id. Bahkan ketika kamu memiliki anak-anak yang masih kecil, kamu dianjurkan untuk tetap pergi ke lapangan atau masjid tempat di mana shalat Id digelar. Dan untuk kamu yang sedang haid, kamu juga dianjurkan datang untuk mendengarkan khotbah Id.

Takbir Menuju Tempat Shalat

Lantunkan takbir selama menuju tempat shalat. Tak perlu lantang saat melantunkannya, melantunkan dengan suara lirih atau cukup di dalam hati juga dianjurkan.

Berjalan Kaki

Untuk menuju tempat shalat Id, dianjurkan untuk jalan kaki. Tapi, jika tempat yang dituju jauh, kamu bisa mengendarai kendaraan. Selain dianjurkan jalan kaki, kamu juga dianjurkan melewati jalan yang tidak sama saat pergi maupun pulang dari tempat shalat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *