1001 Kertas Burung (Part 1)

RANTIANG.COM- Hai. . Namaku Melati Anjelia Putri usiaku saat ini 17 tahun dan aku lahir di Bandung. Saat ini aku duduk di bangku kelas 3 SMA Karya Bangsa yang berada di Jakarta. Kehidupanku saat ini begitu menyenangkan, aku selalu berterimakasih pada Tuhan yang telah memberikan aku kesehatan sampai saat ini. Sekarang adalah tahun dimana detik-detik kehidupanku ditentukan setelah tamat nanti aku mau kemana? Ke perguruan tinggi atau mencari pekerjaan, yang pasti saat ini yang ada dipikiranku adalah mencari sahabatku yang sudah lama tidak pernah lagi menemuiku.

Sahabatku bernama Auliana Aksara dia sahabat kecilku waktu di Bandung dulu, dia begitu baik padaku sampai saat ini ditetap begitu baik padaku walaupun aku tidak pernah lagi bertemu dengannya.

Hari ini sabtu tanggal 2 April 2013 saat pengumuman kelulusanku telah aku terima, aku mendapatkan nilai yang cukup baik. Yahh.. setidaknya tidak mengecewakan kedua orang tuaku. Disore harinya aku menemui bundaku yang baru saja pulang kerja, di ruang dapur aku dan bunda sedang berbincang sambil membuat teh untuk bunda aku berkata pada bunda “bun… Aku besok pergi ke Bandung ya tepat tinggal kita dulu boleh kan bun? “, bunda menjawab pertanyaanku “untuk apa kamu kesitu nak? Kamu mau mencari sahabatmu itu?” lalu aku menjawab sambil membuat teh untuk bunda “iya bun, aku sangat rindu dia, sudah lama aku tidak bertemu” lalu bunda menjawab sampai memberikanku kotak berwarna putih “ini ambil hadiah untukmu anggap saja ini hadia ke lulusanmu”, aku mengambil kotak putih yang bunda berikan padaku itu lalu aku pergi kekamar membawa kotak putih yang bunda berikan padaku.

Aku begitu penasaran apa isi kotak putih itu, setelah aku sampai dikamar aku bergegas membuka kota putih itu ternyata itu isinya kertas burung yang jumlahnya 1001 dan di dalam kotak itu juga ada buku berwarna merah jambu sepertinya buku diari. Halaman depan buku itu bertulisan “untukmu Melati Anjelia Putri dari sahabatmu Auliana Aksara” dan didalam kotak itu ada kertas yang bertulisan “kertas burung ini semuanya untukmu lati aku membuatnya sesuai janji kita dulu, kita berjanji untuk membuat ini bersama-sama saat matamu sudah bisa melihat seluruh dunia ini lagi dan kita akan membuat kertas burung ini sampai 1001 dan memasangnya di rumah pohon yang kita akan buat nanti, apakah kamu masih ingat lati? Semua impian-impian kita satu persatu sudah aku penuhi lati. Oh ya didalam kotak ini aku memasukan buku diariku untukmu itu berisi cerita awal kita bertemu sampai saat dimana kita dipisahkan oleh waktu, jarak dan alam yang berbeda”. Seketika aku bingung dari mana bunda mendapatkan kotak putih ini yang berisi pemberian lia untukku.

To be continued…….

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *